Website Resmi
RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun
Kamis, 29 Oktober 2026
00:00 - 23:59 WIB
Darurat / UGD

Musim Hujan Tiba, Waspadai 6 Penyakit yang Sering Mengintai Kesehatan Anda

Musim penghujan telah tiba. Perubahan cuaca, meningkatnya kelembapan udara, genangan air, hingga potensi banjir menjadi beberapa kondisi yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan di masyarakat.

Pada periode ini, berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), influenza, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, leptospirosis, hingga penyakit kulit perlu diwaspadai.

Sebagian penyakit tersebut berkaitan dengan berkembangnya nyamuk di genangan air, paparan air yang tercemar, serta penyebaran virus dan bakteri melalui lingkungan maupun kontak antarmanusia.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap keluhan seperti demam, batuk, pilek, dan diare sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Padahal, beberapa kondisi membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis agar tidak berkembang menjadi komplikasi.

Melalui artikel ini, RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun mengajak masyarakat untuk mengenali berbagai penyakit yang perlu diwaspadai selama musim penghujan serta mengetahui langkah pencegahannya.

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Saat musim hujan, banyak tempat penampungan air dan barang bekas yang terisi air hujan. Kondisi tersebut dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk apabila tidak dibersihkan.

Gejala DBD yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam tinggi yang muncul secara mendadak.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri di belakang mata.
  • Nyeri otot dan persendian.
  • Mual dan muntah.
  • Muncul bintik-bintik kemerahan pada kulit.

Pada kondisi tertentu, DBD dapat berkembang menjadi kondisi berat yang ditandai dengan nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh terasa sangat lemas, atau tanda gangguan sirkulasi.

Cara mencegah DBD:

Masyarakat dianjurkan menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  • Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.
  • Menggunakan losion antinyamuk sesuai petunjuk.
  • Memasang kawat kasa atau kelambu bila diperlukan.
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

Apabila mengalami demam yang mengarah pada DBD, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu sampai muncul tanda perdarahan.

2. Influenza dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Influenza dan ISPA merupakan gangguan kesehatan yang juga perlu diwaspadai selama musim penghujan.

Influenza disebabkan oleh virus influenza, sedangkan ISPA merupakan istilah untuk infeksi pada saluran pernapasan yang dapat disebabkan oleh berbagai virus maupun bakteri.

Penularan dapat terjadi melalui percikan pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui tangan atau permukaan yang terkontaminasi.

Gejala yang sering muncul meliputi:

  • Batuk dan pilek.
  • Hidung tersumbat.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri kepala.
  • Badan terasa lemas.
  • Nyeri otot.

Pada kondisi yang lebih berat, infeksi saluran pernapasan dapat menyebabkan sesak napas dan membutuhkan penanganan medis.

Cara mencegah influenza dan ISPA:

  • Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun.
  • Tutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
  • Gunakan masker ketika sedang sakit atau berada di lingkungan berisiko.
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Istirahat yang cukup.
  • Pertimbangkan vaksinasi influenza sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau kondisi tubuh semakin memburuk, segera cari pertolongan medis.

3. Diare dan Gangguan Pencernaan

Diare merupakan kondisi ketika seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dengan konsistensi tinja lebih cair atau berair.

Saat musim hujan, risiko diare dapat meningkat terutama ketika terjadi banjir, pencemaran sumber air bersih, serta buruknya kebersihan makanan dan lingkungan.

Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, maupun parasit dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan.

Gejala diare antara lain:

  • Buang air besar lebih sering dengan tinja cair.
  • Nyeri atau kram perut.
  • Mual dan muntah.
  • Perut terasa tidak nyaman.
  • Tubuh terasa lemas.

Diare yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lanjut usia.

Cara mencegah diare:

  • Cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
  • Pastikan air minum berasal dari sumber yang aman.
  • Konsumsi makanan yang dimasak hingga matang.
  • Hindari makanan yang terpapar air banjir.
  • Cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
  • Jaga kebersihan peralatan makan dan dapur.

Apabila mengalami diare, penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dengan minum oralit sesuai petunjuk. Segera periksakan diri apabila muncul tanda dehidrasi seperti sangat haus, buang air kecil berkurang, lemas berat, atau penurunan kesadaran.

4. Leptospirosis atau Penyakit Kencing Tikus

Leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui urine hewan yang terinfeksi, terutama tikus, yang mencemari tanah, air, maupun lingkungan sekitar.

Saat musim hujan dan banjir, risiko paparan dapat meningkat karena air yang tercemar urine hewan berpotensi mengenai kulit manusia, terutama jika terdapat luka atau lecet.

Gejala leptospirosis yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Demam mendadak.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot, terutama pada betis dan punggung.
  • Mata tampak kemerahan.
  • Mual dan muntah.
  • Tubuh terasa lemas.

Pada kondisi berat, leptospirosis dapat menyebabkan gangguan ginjal, gangguan hati, perdarahan, hingga komplikasi yang mengancam jiwa.

Cara mencegah leptospirosis:

  • Hindari berjalan tanpa alas kaki di genangan air atau banjir.
  • Gunakan sepatu bot dan sarung tangan ketika membersihkan lingkungan yang terendam banjir.
  • Tutup luka menggunakan pelindung kedap air sebelum beraktivitas.
  • Hindari kontak langsung dengan air yang berpotensi tercemar urine hewan.
  • Gunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Kendalikan populasi tikus dan jaga kebersihan lingkungan.

Apabila mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri betis setelah terpapar air banjir atau lingkungan yang berisiko, segera periksakan diri ke dokter. Sampaikan riwayat paparan tersebut agar dapat membantu proses diagnosis.

5. Penyakit Kulit

Lingkungan yang lembap, pakaian basah, serta kontak dengan air kotor dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kulit selama musim penghujan.

Beberapa masalah kulit yang dapat terjadi antara lain infeksi jamur, kutu air, iritasi, dermatitis, hingga infeksi bakteri.

Gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Kulit terasa gatal.
  • Kemerahan.
  • Kulit bersisik atau mengelupas.
  • Muncul ruam.
  • Kulit terasa perih.
  • Timbul luka atau lepuhan.

Cara mencegah penyakit kulit:

  • Segera ganti pakaian yang basah setelah kehujanan.
  • Mandi dan bersihkan tubuh setelah beraktivitas di lingkungan kotor.
  • Keringkan tubuh dengan baik, terutama area lipatan kulit dan sela-sela jari kaki.
  • Hindari menggunakan handuk atau pakaian secara bergantian.
  • Gunakan alas kaki ketika berada di lingkungan lembap atau tergenang.
  • Jaga kebersihan kamar mandi dan lingkungan rumah.

Apabila keluhan kulit tidak membaik, semakin meluas, terasa nyeri, atau disertai nanah dan demam, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

6. Demam Tifoid (Tipes)

Demam tifoid atau yang sering dikenal masyarakat sebagai penyakit tipes merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi.

Penularannya terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Pada musim penghujan, kebersihan sumber air, makanan, dan lingkungan perlu lebih diperhatikan, terutama ketika terjadi banjir atau gangguan sanitasi.

Gejala demam tifoid antara lain:

  • Demam yang berlangsung beberapa hari dan dapat meningkat secara bertahap.
  • Sakit kepala.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Nyeri perut.
  • Mual dan penurunan nafsu makan.
  • Gangguan buang air besar, seperti diare atau sembelit.

Cara mencegah demam tifoid:

  • Konsumsi makanan yang matang dan bersih.
  • Hindari membeli makanan dari tempat yang tidak terjaga kebersihannya.
  • Minum air yang aman dan layak konsumsi.
  • Cuci tangan sebelum makan.
  • Jaga kebersihan peralatan makan.
  • Pertimbangkan vaksinasi tifoid sesuai indikasi dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Apabila mengalami demam berkepanjangan disertai gangguan pencernaan, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

Tips Menjaga Kesehatan Selama Musim Penghujan

Selain mengenali penyakit yang berisiko muncul, masyarakat juga perlu membangun kebiasaan sehat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan:

1. Jaga Kebersihan Lingkungan

Bersihkan selokan, saluran air, halaman, dan tempat penampungan air secara rutin. Pastikan tidak terdapat sampah yang dapat menyumbat aliran air atau menampung genangan.

2. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Penuhi kebutuhan nutrisi harian dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, protein, serta sumber karbohidrat yang cukup.

3. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Tetap minum air putih yang cukup meskipun cuaca sedang dingin atau tidak merasa haus.

4. Gunakan Perlengkapan Pelindung Saat Hujan

Sediakan payung, jas hujan, dan alas kaki yang sesuai ketika bepergian. Hindari kontak langsung dengan air banjir atau genangan yang kotor.

5. Biasakan Mencuci Tangan

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah menggunakan toilet, serta setelah beraktivitas di lingkungan yang kotor.

6. Istirahat yang Cukup dan Rutin Berolahraga

Jaga pola tidur dan lakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan tubuh.

7. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Jangan mengabaikan keluhan kesehatan yang berlangsung terus-menerus atau semakin berat. Pemeriksaan sejak dini membantu tenaga medis menentukan penyebab penyakit dan penanganan yang tepat.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Rumah Sakit?

Tidak semua penyakit yang muncul saat musim penghujan dapat ditangani sendiri di rumah.

Segera konsultasikan kondisi kesehatan kepada dokter apabila mengalami:

  • Demam tinggi atau demam yang tidak kunjung membaik.
  • Demam disertai nyeri perut hebat atau muntah berulang.
  • Batuk disertai sesak napas.
  • Diare berulang disertai tanda dehidrasi.
  • Demam setelah terpapar air banjir atau genangan kotor.
  • Luka atau infeksi kulit yang semakin memburuk.

Apabila muncul penurunan kesadaran, sesak napas berat, perdarahan, nyeri dada, atau kelemahan mendadak, segera datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Jangan menunda pemeriksaan apabila terdapat tanda kegawatan.

Kesimpulan

Musim penghujan tidak hanya membawa perubahan cuaca, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.

DBD, influenza, ISPA, diare, leptospirosis, penyakit kulit, dan demam tifoid merupakan beberapa penyakit yang perlu mendapatkan perhatian selama periode ini.

Menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan dan minuman yang aman, menggunakan perlindungan saat beraktivitas di lingkungan berisiko, serta melakukan pemeriksaan kesehatan merupakan langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga.

RSU PKU Muhammadiyah Kutowinangun mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit selama musim penghujan, serta tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami keluhan.

Mari jaga kesehatan diri dan keluarga agar tetap sehat, aman, dan produktif sepanjang musim penghujan.

POLIKLINIK
DOKTER JAGA
DARURAT
STATISTIK
TESTIMONI